Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minat Pria di Jabar untuk Mengikuti KB Ternyata Cukup Tinggi

Minggu, 03 Januari 2021 | Januari 03, 2021 WIB Last Updated 2021-01-03T11:50:08Z

Acara Media Gathering bersama IPKB dan Mitra Media Program Bangga Kencana Jawa Barat. /Instagram.com/@bkkbnjawabarat.

HALLO TASIK
- Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat (Jabar) Kusmana menyebutkan tingkat kepesertaan program Keluarga Berencana (KB) di Jabar mencapai 75 persen dari total pasangan usia subur (PUS).


Angka itu menurutnya sudah sangat baik dibandingkan dengan tingkat kepesertaan secara nasional. Namun demikian menurutnya upaya peningkatan kepesertaan harus tetap dilalukan. 


Disebutkan jumlah PUS di Jabar saat ini mencapai 9,8 juta , dengan kepesertaan diatas 75 persen, maka peserta KB di Jabar kini mencapai sekitar 7,4 juta pasangan.


"Ada beberapa hal yang menjadi kendala, terutama di wilayah terpencil, perbatasan dan sulit dijangkau oleh petugas penyuluh KB."


"Selain itu memang ada yang berencana memiliki anak sehingga tidak ber KB," tegasnya dalam media gathering Bangga Kencana Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) di kantornya, Jumat 1 Januari 2021.


Hanya sekitar 12 persen saja yang memang tidak menjadi peserta KB karena memang keterbatasan petugas untuk menjangkaunya.


"Ini menjadi kerisauan kami, alasannya cukup banyak. Misal karena tidak cocok dengan jenis KB."


"Atau bahkan karena suami dan istri terpisah cukup lama, misal suami menjadi TKI, ada hal-hal yang memang sulit dilapangan," jelasnya.


Namun yang membanggakan, ternyata perhatian suami atau pria untuk mengikuti KB di Jabar cukup tinggi. 


Target peserta KB pria atau vasektomi tahun 2020 adalah 24 ribu orang. Namun sudah tercapai diatas target atau mencapai sekitar 34 ribu pria/suami.


Peserta KB pria terbanyak ada di Kabupaten Banjar yang mencapai 525 orang, sementara paling sedikit di Kabupaten Cirebon yakni hanya 28 orang.


Terkait masa pandemi, BKKBN Jabar sendiri memiliki program turun langsung menjemput akseptor KB dengan membagikan kondom gratis. 


Bahkan selama pandemi, pelayanan KB di puskesmas dan rumah sakit digratiskan.


"Kan, selama pandemi katanya kehamilan meningkat.  Ada benarnya, sehingga kami berusaha jemput bola agar angka drop out tidak meningkat," tuturnya. (jbr)

×
Berita Terbaru Update