Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waduh, Warga Kab. Tasikmalaya Akui Jenuh dengan Protokol Kesehatan

Rabu, 11 November 2020 | November 11, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T02:19:49Z

Memakai masker menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penularan Covid-19. (Foto : Pixabay.com)

Hallotasik.com, Singaparna
- Sehingga tidak jarang banyak warga yang mulai mengabaikan protokol kesehatan yang selalu digaungkan pemerintah.


Dari pantauan Pikiran-rakyat.com, seperti di seputaran alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya misalnya, banyak warga yang beraktivitas diluar ruangan justru tidak mempergunakan masker. 


Apalagi untuk bisa menjaga jarak dan cuci tangan, karena malah terlihat berkerumun saat berbelanja. Padahal, bagi mereka yang beraktivitas diluar ruangan sangat rentan terpapar virus Corona.


"Kalau nonton berita baru inget ada Corona. Tapi kita udah bosen mendengarnya. Jadi berpikir positif saja sudah tidak ada," ujar Lili (55) seorang penarik becak.


Hal senada diutarakan Hendar (46) salah satu awak angkutan. Dirinya seringkali lupa bahwa ia berkegiatan di tengah ancaman Covid-19, sehingga tidak mempergunakan masker. 


Apalagi menetapkan protokol kesehatan, seperti membatasi jumlah penumpang angkutan dan mencuci tangan dengan sabun.


"Jadinya gimana ya. Kalau mendengar kata Covid-19 atau Corona udah biasa. Sudah menjadi hal yang tidak menakutkan. Kalau ada razia baru dipakai maskernya," jelas Hendar.

Ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19  Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen menyatakan, melihat situasi saat ini, di mana masyarakat mulai abai akan protokol kesehatan, maka tidak heran jika pemerintah terus mewajibkan masyarakat berdisiplin dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.


Dikatakan dia, tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M) masih sangat rendah.


"Pemerintah setempat mengetahui itu setelah beberapa kali menggelar operasi yustisi penertiban perilaku berprotokol kesehatan, di beberapa titik. Banyak warga yang didapati petugas operasi justru mulai jenuh dan tidak menerapkan 3M," jelas Zen.


Diungkapkan dia, bila menyangkut perilaku dan kesadaran masyarakat memang itu sulit untuk dirubah. Namun pihaknya sejauh ini terus memasifkan sosialisasi kesadaran berprotokol kesehatan sembari berharap kegiatan itu terbayar.


"Ini perlu edukasi yang terus menerus. Karena kalau menyangkut prilaku dan kesadaran itu bukan hal yang gampang," ucapnya.


Protokol kesehatan, kata Zen, merupakan salah satu faktor untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dan, dalam memutusnya itu diperlukan peran serta semua pihak termasuk masyarakat. Sekecil apapun kegiatannya, protokol kesehatan harus terus diterapkan. Demikian seperti dikutip dari Pikiranrakyat.com. (pik)


×
Berita Terbaru Update