Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hunian Hotel Pangandaran Banyak Batal Akibat Hoaks Gempa

Selasa, 27 Oktober 2020 | Oktober 27, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T02:42:23Z

Maraknya berita gempa susulan dan berpotensi tsunami di Pangandaran berpengaruh besar terhadap hunian hotel. (Foto: dolmen.com.mt)

Hallotasik.com, Bandung
- Maraknya berita gempa susulan dan berpotensi tsunami di Pangandaran berpengaruh besar terhadap hunian hotel, terlebih saat libur panjang.


"Untuk cancelation sampai saat ini sudah mencapai 10 persen untuk di hotelnya. Paska gempa kemarin, ini pun terjadi akibat maraknya berita hoax di media sosial tentang di kaitkannya gempa kemarin terhadap isu tsunami padahal, BMKG sudah merilis gempa itu sama sekali tidak memicu tsunami," kata General Manager The Arnawa Hotel, Abi Kuswanto, Selasa (26/10/2020).


Abi mengatakan, setiap hotel memiliki mitigasi bencana, mulai dari pemetaan titik aman untuk berkumpul, membaca tanda tanda alam sebagai sinyal bencana, hingga pelatihan evakuasi ketika gempa terjadi.


"Sebenarnya untuk mitigasinya sendiri di hotel yang ada di Pangandaran sudah diberikan, mulai dari dimana titik aman berkumpul, seperti apa cara evakuasi dan waktu untuk evakuasi, sampai untuk membaca tanda tanda alam akan terjadinya bencana, sehingga keselamatan wisatawan dalam libur panjang bulan ini pun bisa di prioritaskan," lanjutnya.


Abi menegaskan, informasi yang menyatakan bahwa, gempa magnitudo 5.9 yang mengguncang Pangandaran pada Minggu (25/10/2020), dapat memicu tsunami merupakan berita hoax, yang di timbulkan hanya untuk membuat kegaduhan semata di masyarakat, di tengah merebaknya isu tsunami setinggi 20 meter.


"Untuk gempa kemarin sesuai dengan informasi yang di keluarkan BMKG, sama sekali tidak berpotensi tsunami, dan berita yang banyak beredar di masyarakat melalui media sosial yang menyatakan berpotensi tsunami itu hanya berita bohong," tutupnya. (rad)

×
Berita Terbaru Update