Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dinasti, Korupsi dan Banjir di Kabupaten Bandung

Jumat, 09 Oktober 2020 | Oktober 09, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T08:01:09Z

Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi, Muslim Arbi. (Foto : nationalpost.id)

Hallotasik.com
- Sudah sejak lama, banjir di Kabupaten Bandung tidak pernah ter atasi. Sejak pejabat2 sebelum nya dan di pimpin oleh Obar Subarna (2000-2010) dan di lanjutkan oleh Mantu nya, Dadang Naser (2010-2020). Banjir tetap menggenangi Kabupaten Bandung.


Dayeuh Kolot, Balendah, Banjaran, rancaekek dan sekitar nya selalu kebanjiran jika musim hujan. Banjir sudah pasti timbulkan kerugian dan derita warga.


Meski pejabat bupati Bandung telah silih berganti, dari mertua, ke anak mantu bahkan sekarang, istri Dadang Naser telah di tetapkan oleh KPUD sebagai Calon Bupati Kabupaten Bandung.


Selain Banjir, pembangun infranstruktur di kabupaten Bandung juga di keluhkan oleh sejumlah kontraktor. Karena hampir semua proyek infrastruktur di Bandung di kuasai oleh perusahaan  jaringan Bupati dan Ketua DPRD saat di pimpin Anang Susanto.


Hampir dapat di pastikan praktek KKN, yang di duga dilakukan  Bupati Bandung, Dadang Naser selama menjabat dan dugaan kolusi dengan pimpinan dewan saat itu berjalan mulus. 


Di beritakan sebelum nya; sejumlah praktet korupsi dana infrastruktur di kabupaten Bandung berjalan aman dan lancar, karena Jaksa  yang tangani kasus2 korupsi nya di ajak umroh. Kasus2 yang di beritakan luas itu pun tidak terdengar lagi. Bahkan ada upaya OTT  oleh KPK pun, gagal. Dugaan kuat pejabat tersebut adalah bupati yang masih menjabat. Di sini lah kesaktian nya kalau aparat saja bisa di lumpuhkan oleh kekuatan dana haram. 


Ko bisa Jaksa dan KPK di buat tidak berkutik oleh calon penghuni hotel prodeo? Apa karena bayaran tinggi? Hal ini patut di sesalkan jika KPK dan Jaksa saja sudah terbeli. 


Saat ini Calon Bupati Bandung adalah istri nya Bupati Dadang Naser. Bupati sekarang yang berpasangan dengan Usman Sayogi; kepala dinas pendapatan Kabupaten Bandung sekarang, Kurnia Agustina yang adalah puteri dari Bupati Obar Sobarna, bupati sebelumnya, konon Ibu Hajjah ini sesumbar telah siapkan dana ratusan miliar untuk memenangkan pemilihan bupati, Desember nanti. 


Dengan memasang calon wakil nya seorang ASN yang masih menjabat pada Dinas Pendapatan Daerah, apakah tidak mungkin selama menjabat telah mengumpulkan dana2 yang di duga hasil korupsi bupati nya? Soal ini, kenapa? Kepolisian, KPK dan Kejaksaan tidak mempersoalkan? Mudah bukan mengamati nya? Pencalonan Usman Sayogi pernah di protes oleh aktifis saat berdemo ke KPU setempat. 


Jika, kepolisian, kpk dan kejaksaan juga berdiam diri atas dugaan kasus KKN di Kabupaten Bandung, ini kasus2 korupsi akan lestari, lancar dan aman. Dan dinasti politik akan tetap langgeng. Karena tidak mungkin seorang bupati yang di jabat istri nya, akan bongkar aib dan dosa suami nya dan memenjarakan nya. 


Dan jika pelestarian dinasti dalam kekuasaan di Kabupaten Bandung tetap berjalan aman, lancar dan terkendali. Maka pembangunan di Kabupaten Bandung tidak akan mengalami kemajuan yang berarti.


Dan Warga di Kabupaten Bandung akan tetap menderita kebanjiran yang terus menerus tanpa solusi berarti. Dan nampak nya praktek2 korupsi pun hampir dapat di pastikan tetap subur dan makmur tetapi tetap berpenyakit. Karena dana hasil KKN adalah dana haram. 


Oleh : Muslim Arbi, Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi.



×
Berita Terbaru Update