Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Crowd Funding Disebut Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan UMKM

Rabu, 28 Oktober 2020 | Oktober 28, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T07:39:00Z

Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara. (Foto : Investor.id)


Hallotasik.com, Jakarta
- UMKM merupakan sektor strategis dalam menjaga perekonomian nasional. UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja bahkan menyumbang 60 persen PDB nasional. Sehingga sudah selayaknya keberadaan UMKM dimasa pandemi Covid-19 harus menjadi perhatian utama.


Sebab berdasarkan survei BPS Agustus 2020, diketahui jika pandemi telah membuat banyak UMKM gulung tikar atau beroperasi dibawah kapasitas normal. 


"Guna menumbuhkan semangat wirausaha dan menciptakan bisnis baru serta serapan tenaga kerja, maka diperlukan upaya penguatan UMKM, " ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam webinar berkaitan dengan acara Pekan Inklusi Keuangan Jabar, Selasa (27/10/2020).


Menurutnya masalah modal menjadi masalah klasik yang dialami UMKM, selain masalah rendahnya kualitas SDM dan pasar. Untuk pasar, setidaknya UMKM sudah mulai banyak memanfaatkan marketplace atau jualan online, meski baru sekitar 13 persen dari total keberadaan UMKM nasional.


"Modal UMKM bisa didapat dari pinjaman lembaga keuangan, namun perlu syarat ketat, dan agunan. Ini masalah klasik. Padahal banyak instrumen modal usaha yang bisa diperoleh misalnya melalui dana patungan atau crowd funding. OJK sudah membuat aturan terkait crowd funding untuk modal UMKM," jelasnya.


Untuk mendapatkan modal dari crowd funding, UMKM tidak perlu berbentuk perseroan namun bisa berbentuk firma atau koperasi bahkan perkumpulan perdata lainnya. Sementara siapapun bisa menjadi pemodal pada platform crowd funding tersebut.


Tirta menyebutkan hingga Juni 2020, ada tiga platform crowd funding yang diakui OJK dimana sebanyak 74 mitra UMKM sudah memanfaatkanya. Investor tercatat mencapai 48 ribuan dengan nilai dana patungan mencapai lebih dari Rp100 miliar.


"Crowd funding kini bisa menjadi alternatif pembiayaan UMKM yang kesulitan mengakses modal perbankan. Soal keamanan nasabah tentunya OJK sudah menjamin," jelasnya.


Kepala OJK Jabar Indarto Budiwitono menambahkan bulan inklusi keuangan Jabar 2020 diselengarakan selain sebagai upaya mendukung target inklusi keuangan 90 persen pada  2024, juga mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional  (PEN). (jbr)

×
Berita Terbaru Update