Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Catat, Ini yang Harus Diketahui Jika Pasien Ditolak Rumah Sakit

Selasa, 20 Oktober 2020 | Oktober 20, 2020 WIB Last Updated 2020-10-20T06:29:52Z

Deputi Direktur Advokasi dan Relawan Jamkeswatch Indonesia, Heri Irawan, SE (Foto: Dok pribadi)

Hallotasik.com
- Forum konsultasi tanya-jawab seputar masalah pelayanan kesehatan rakyat di bawah  ini merupakan hasil kerjasama sosial antara Relawan Jamkeswatch Indonesia dengan media online Hallotasik.com – Jaringan Media Hallo.


Tanya : Saya terdaftar pada Program JKN -BPJS Kesehatan, namun kok saya ditolak rumah sakit? Langkah apa yang harus saya lakukan sebagai pasien? (dari: Rini, Kec. Bogor Utara)


Jawab : Terimakasih atas Pertanyaan yang saudari sampaikan, dan mudah mudahan pengalaman saudari tidak terulang kembali pada pasien yang lainnya. Berikut kami coba jelaskan aturannya sesuai Peraturan yang berlaku.


Dalam pasal 32 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menegaskan:


(1) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.


(2) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.


Artinya dalam keadaan Pasien gawat darurat fasilitas kesehatan baik RS swasta ataupun RS Pemerintah, baik yang sudah bekerja sama dengan BPJS kesehatan ataupun yang tidak bekerja sama, dilarang menolak pasien dan wajib memberikan pelayanan kesehatan terlebih dahulu dengan tujuan penyelamatan nyawa pasien, serta tidak boleh rumah sakit meminta uang dimuka pada pasien.


Jika pasien sudah ditangani kegawatdaruratan nya dan ternyata atas indikasi medis pasien harus di rujuk, maka rumah sakit dapat melakukan rujukan.


Pasal 13 PMK Nomor 001 Tahun 2012 sudah mengatur. Perujuk sebelum melakukan rujukan harus:


a. melakukan pertolongan pertama dan/atau tindakan stabilisasi kondisi pasien sesuai indikasi medis serta sesuai dengan kemampuan untuk

tujuan keselamatan pasien selama pelaksanaan rujukan;


b. melakukan komunikasi dengan penerima rujukan dan memastikan bahwa penerima rujukan dapat menerima pasien dalam hal keadaan pasien

gawat darurat; dan


c. membuat surat pengantar rujukan untuk disampaikan kepada penerima rujukan.


Dengan demikian Fasilitas Kesehatan Alias Rumah Sakit tidak boleh menolak Pasien dan melakukan Rujuk Lepas (Pasien Suruh Cari RS Sendiri), namun Faskes wajib menerima Pasien dan memberikan Pelayanan Kesehatan untuk Penyelamatan nyawa pasien, setelah kondisi kesehatan nya stabil dan dapat dipindahkan, baru RS melakukan rujukan sesuai aturan yang berlaku, jika pasien harus di rujuk sesuai indikasi medis nya.


Mungkin itu Penjelasan dari kami, semoga bisa bermanfaat dan mari kita kawal bersama Jaminan Kesehatan Nasional, karena Sehat Hak Rakyat.


Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah pelayanan kesehatan seperti di atas, Tim Relawan kami akan mengupayakan jawabannya melalui media ini. Ajukan pertanyaan lewat WhatsApp Center : 0858-88317429.

×
Berita Terbaru Update