Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jangan Dilupakan, Tukang Pijat Disabilitas Luput dari Bantuan Covid

Senin, 28 September 2020 | September 28, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T08:17:26Z

Puluhan penyandang tunanetra disalah satu panti pijat lebih banyak menganggur dan hanya berkumpul saja akibat pendemi Corona. (Foto : pixabay.com)

Hallotasik.com, Garut
- Penyandang distabilitas terutama kalangan penyandang tunanetra di Garut yang berprofesi sebagai tukang pijat benar-benar sangat terpukul dan terpuruk akibat pendemi Corona. Mereka kehilangan pelanggannya karena ada kekhawatiran kontak fisik saat pijat.


Puluhan penyandang tunanetra disalah satu panti pijat yang berlokasi di kawasan Maktal tepatnya Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul lebih banyak menganggur dan hanya berkumpul saja. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Untuk makan saja, mereka terpaksa pinjam ke tetangga atau menunggu belas kasihan orang lain. Mereka kini terancam kelaparan, apalagi tidak ada lagi pekerjaan yang bisa mereka lakukan selain memijat.


Para penyandang disabilitas yang bekerja di Panti Pijat Putra Garut itu berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Garut, bahkan ada yang berasal dari Sukabumi dan Bandung.


Ditempat asalnya masing-masing hampir sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu.


Jujun Junaedi, salah seorang pemijat asal Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, Garut bercerita tentang kesulitan hidupnya selama pandemi corona ini, bahkan untuk makan saja ia terpaksa pinjam ke tetangga di kampungnya.


"Istri dan anak saya kan harus makan. Daripada kelaparan saya terpaksa pinjam beras ke tetangga," keluhnya, Sabtu (26/9) saat ditemui di Panti Pijatnya.


Kebersamaan para tunanetra itu perlu diacungi jempol dan ditiru. Mereka tidak tega teman-temannya tidak makan maka berbagai cara dilakukannya. Seperti yang dituturkan Jujun, yang juga sama-sama susah. Namun agar temannya tidak kelaparan berusaha pinjam beras atau uang kepada siapa saja, ungkap Jujun.


Sementara itu Pemilik Panti Pijat Putra Garut, Erwin membenarkan kondisi tersebut.


"Sebelum terjadi pandemi corona setiap hari tidak pernah sepi dari pengunjung yang minta jasa pijat dari disabilitas tuna netra yang ditampungnya," kata Erwin.


Bahkan kata Erwin, kerap mereka memberikan uang labih (tip) sehingga banyak yang menjadi pelanggan tetapnya berasal dari berbagai kalangan. 


"Saat ini mereka mendadak berhenti, mungkin karena ketakutan apalagi kini perkembangan wabah Corona di Kabupaten Garut terus terjadi peningkatan," ucap Erwin. (mus)

×
Berita Terbaru Update