Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekar Telkom Kritisi Over The Top Global yang Masuk ke Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2020 | Agustus 13, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T06:57:03Z

Ketua Umum DPP Sekar Telkom Edward HL Simanjuntak Jumpa Pers di Bandung. (Foto : jabarprov.go.id)

Hallotasik.com, Bandung - Kegairahan dunia usaha yang didukung oleh kondisi makro ekonomi yang stabil telah mengundang masuknya modal asing dalam jumlah besar, yang digerakkan oleh faktor potensi pasar Indonesia yang demikian besar, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemodal tak terkecuali pemain Over The Top (OTT) global.


Terbukanya ekonomi Indonesia dan masuknya pemain OTT Global melalui akses keterhubungan digital menjadikan pasar Indonesia menjadi sasaran empuk bagi pemain OTT Global untuk melebarkan sayap dan bisnisnya di tanah air. 


Implikasi dari perkembangan tersebut sudah tentu membawa pada terciptanya peluang dan sekaligus risiko apabila rezim ketiadaan pengaturan saat ini terus berlanjut. Selain pasar yang besar, peluang bagi para pemain OTT Global adalah, terciptanya rangkaian supply chain yang luas terhadap produk digital, potensi value creation, dan eksistensi dari para pemain OTT Global tersebut. 


"Dilain pihak tentu ada resiko yang dihadapi oleh suatu negara jika OOT Global semakin marak masuk dan menguasai sebagian besar," ujar Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Edward Simanjuntak kepada media, Rabu (12/8/2020).


Misalnya munculnya potensi fraud dan kegiatan abuse melalui konten digital seperti kanibalisasi produk eksisting (disruptive layanan/jasa). Penyebaran konten-konten yang tidak bertanggung jawab (hoax, pornografi, SARA, penipuan, kriminal, dan lainnya serta benturan dan ketimpangan dengan peraturan atau regulasi lainnya (seperti, permasalahan lisensi, HKI, dan persaingan usaha).


"Ancaman tumbuhnya ekonomi digital dari pemain lokal dan nasion juga bisa terjadi jika pemerintah acuh-tak acuh dengan serbuan OOT Global ini,"  kata dia.


Saat ini Google telah menggelar SKKL Indigo Cable system yang menghubungkan Singapura dan Australia, dimana Jakarta menjadi salah satu cabang rute cable system tersebut. Disamping penggelaran SKKL yang melewati wilayah NKRI, pemain OTT Global juga berupaya untuk menggelar jaringan langsung menuju area- area potensial. 


Pada Maret 2020, Facebook telah bermitra dengan salah satu perusahaan swasta pemegang lisensi jaringan tertutup (jartup) untuk menggelar infrastruktur fiber optik yang ditargetkan akan menjangkau 56 (lima puluh enam) kota dan 8 (delapan) provinsi di Indonesia pada 2021. (jbr)

×
Berita Terbaru Update