Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diskriminatif Terhadap Pers, Aktivis Anti Narkoba Kritik Apdesi Garut

Jumat, 07 Agustus 2020 | Agustus 07, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T08:33:14Z
Ketua Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) Resort Garut Resna Khan (Foto : Dok. Pribadi)


Hallotasik.com, Garut
- Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) melontarkan kritiknya terhadap pernyataan seorang pimpinan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Cabang Garut, yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

"Saya sangat prihatin mendengar kabar seorang figur pemerintahan yang berkata tidak senonoh terhadap wartawan," kata Ketua MAPAN Resort Garut Resna Khan kepada media di Garut, Jumat (7/8/2020)

Menurut Resna, sebaiknya public figure berhati-hati pada saat berkomunikasi, jangan sembarangan berbicara apalagi ini menyangkut profesi yang sangat dihormati dan diakui sebagai pilar ke-4 demokrasì di Indonesia.

"Apa jadinya kalau dunia tanpa wartawan?
Sebagai pilar Ke 4 demokrasi dan sebagai kontrol sosial, wartawan juga dilindungi Undang-undang Pers No 40 tahun 1999 kok," katanya.

Bahkan dalam UU tersebut sudah jelas bahwa pabila seseorang yang melawan secara hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

"Saya berharap rekan-rekan wartawan bisa mengusut tuntas perkataan tokoh Apdesi Garut yang melukai hati insan pers itu. Beliau harus mempertanggung jawabkan atas semua ucapannya," katanya.

Seperti ramai diberitakan, persoalan berawal dari sikap diskriminatif Ketua Apdesi kepada awak media di Kabupaten Garut. Dia mengatakan bahwa wartawan yang boleh berkunjung ke desa hanya yang memiliki Kartu Biru (anggota PWI).

Bahkan dia juga mengatakan, apabila ada wartawan berkunjung ke desa hendaknya diusir oleh pihak desa, juga pintunya dikunci agar wartawan tidak masuk dan jika wartawan tetap ngotot masuk maka silahkan laporkan ke polisi. (*/bud)

×
Berita Terbaru Update